21 Desember 2012

Mengenal HIV/AIDS

HIV/AIDS hiiii...pasti ketika mendengarnya bulu kuduk akan merinding. Tapi ada baiknya kita mengenal lebih jauh tentang penyakit yang satu ini, agar kita bisa melakukan pencegahan dini agar tidak tertular aids :)

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan segala penyakit yang datang.
Human                      = manusia
Immunodeficiency = penurunan kekebalan
Virus                          = virus
HIV menular melalui :
  • cairan darah
  • hubungan seks berisiko
  • ibu hamil HIV positif ke bayinya

Penularan melalui cairan darah :
  • transfusi darah
  • transplantasi organ atau jaringan tubuh
  • pemakaian jarum suntik yang tidak steril dan dipakai bersama-sama 
  • peralatan medis yang tidak steril
  • pemakaian alat tusuk yang menembus kulit (yang tidak steril dan dipakai bersama-sama)

Penularan melalui hubungan seksual 
  • vaginal seks
  • oral seks
  • anal seks

Penularan melalui ibu yang HIV positif kepada bayi yang dikandungnya :
Persentase dan penularan dapat terjadi selama proses kehamilan (10 %), proses persalinan (25 %), dan proses menyusui (10 %).

bagaimana cara mengetahui status HIV ????
  • Tes HIV adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kepastian terinfeksi virus HIV atau tidak.
  • Tes HIV adalah pemeriksaan darah di laboratorium untuk memastikan status HIVnya.
  • Untuk membantu seseorang yang akan melakukan tes HIV diperlukan pendekatan individual melalui proses konseling.
  • Ada tiga tahapan dalam pelaksanaan konseling dan tes HIV yaitu :
  1. konseling pra tes HIV
  2. tes HIV
  3. konseling pasca tes HIV

Apakah AIDS ?????
AIDS (Acquired Immune Deficiensy Syndrome) muncul setelah virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga menjadi lemah, dan satu atau lebih penyakit dapat timbul.
Acquired    = didapat
Immune      = sistem kekebalan tubuh
Deficiensy = menurun / berkurang
Syndrome = kumpulan gejala penyakit

Bagaimana perjalanan HIV menjadi AIDS ????
Jika seseorang tertular HIV, maka dia akan memasuki periode jendela yaitu masa antara masuknya HIV kedalam tubuh sampai terbentuknya antibody (penangkal penyakit) terhadap HIV atau disebut juga HIV positif. Fase ini sudah bisa menularkan HIV kepada orang lain walaupun hasil tes masih negatif. Masa ini berselang antara 2 minggu - 6 bulan.

Setelah seseorang positif terdeteksi HIV, maka tetap dapat melakukan aktivitas seperti biasa, tampak sehat dan tanpa gejala. HIV akan terdeteksi setelah 3 - 10 tahun. Setelah muncul AIDS maka akan timbul infeksi oportunistik (penyakit lain yang muncul karena sistem kekebalan tubuh turun). Pada tahap ini penderita HIV bisa minum ARV (Anti Retro Viral) yang dapat menekan pertumbuhan HIV, meskipun tidak menghilangkan HIV dari dalam tubuh.

HIV/AIDS tidak menular melalui :
  • gigitan nyamuk
  • bersalaman, bersentuhan
  • pelukan, ciuman
  • menggunakan peralatan makan/minum bersama
  • menggunakan jamban yang sama
  • tinggal serumah

Apa tanda-tanda seseorang terkenan AIDS ????
  • berat badan turun drastis > 10 % dalam satu bulan
  • diare kronis lebih dari satu bulan
  • demam lebih dari satu bulan
  • penurunan kesadaran
  • kelainan pada kulit yang menyeluruh
  • terdapat harpes zoster dan simplex
  • pembengkakan kelenjar getah bening
  • terdapat jamur di mulut
  • jamur di alat kelamin perempuan
  • kelainan pada mata

HIV/AIDS dikenal untuk dihindari.....sehat itu pilihan :)
Semoga bermanfaat.......







Manfaat buah tomat

Tomat adalah tanaman yang paling mudah dijumpai. Selain kaya vitamin C dan A, konon tomat juga dapat mengobati bermacam penyakit. Tomat banyak digunakan untuk masakan, seperti sup, jus, pasta dll. Rasanya yang sedikit asam membuat selera makan meningkat. Menurut penelitian Dr. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, sebagai orang pertama yang meneliti manfaat tomat pada November 1834 menunjukkan bahwa tomat dapat mengobati diare, serangan empedu, gangguan pencernaan dan memulihkan fungsi lever.

Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, juga berhasil menemukan manfaat tomat lainnya. Menurutnya, gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Melihat khasiat tomat begitu banyak, maka tomat baik dikonsumsi siapapun sejak usia dini. Tomat seperti apakah yang baik dikonsumsi? Jika melihat di pasaran, kita bisa menemukan tomat dengan dua warna, yaitu warna merah dan hijau. Perbedaan warna ini menunjukkan kandungan vitaminnya. Tomat yang baik dikonsumsi adalah tomat merah. Tomat berwarna merah mengandung vitamin C dan vitamin A lima kali lebih banyak dibandingkan dengan tomat hijau. Makin matang tomat, makin kaya kandungan vitaminnya.

Dalam pigmen warna merah pada tomat, mempunyai nilai lebih lainnya. Warna merah pada tomat lebih banyak mengandung lycopene. Lycopene yaitu suatu zat antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok, polusi, dan sinar ultraviolet. Selain itu lycopene juga berkhasiat membantu mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut, dan kanker pankreas. Lycopene tidak hanya ditemukan pada tomat, tetapi juga pada anggur merah, semangka, dan pepaya. Namun, lycopene yang paling banyak terdapat pada tomat.

Untuk mendapat khasiatnya, terutama untuk orang dewasa, sebaiknya tomat dimakan setiap pagi sebanyak satu atau dua buah. Rasa asam pada tomat berasal dari kandungan asam nitrat yang menyebabkan tomat terasa segar, sehingga dapat menambah nafsu makan. Rasa asam ini baik dikonsumsi saat kita mengalami mual atau dikonsumsi oleh para wanita yang mengalami PMS (Pre Menstrual Syndrome). Apabila tidak kuat dengan rasa masamnya, terutama yang memiliki penyakit maag, tidak disarankan mengonsumsinya walaupun dalam bentuk jus yang sudah ditambah gula. Hal ini dikarenakan akan memperburuk kondisi penyakit.

Berbeda dengan sayuran lain yang lebih bermanfaat jika dimakan mentah-mentah, ternyata tomat lebih baik dicampur dengan masakan atau dihancurkan sebelum dimakan. Para peneliti menemukan lycopene yang dikeluarkan pada tomat tersebut lebih banyak dibandingkan dengan tomat yang langsung dimakan tanpa diolah lebih dahulu. Sayangnya, meskipun kandungan lycopennya berlimpah, pasta tomat dan saus tomat yang dijual di pasaran sudah banyak dibubuhi bahan tambahan makanan seperti pewarna atau pengawet sintetis. Bahan tambahan ini justru merangsang munculnya banyak radikal bebas pemicu kanker.

Sudahkan kita konsumsi tomat hari ini ???

Semoga bermanfaat........;